Selasa, 20 Maret 2012

TweetThis Button

Troubleshooting Saat Overclocking

Troubleshooting Saat Overclocking

Troubleshooting-Overclocking
CHIP.co.id - Proses paling awal saat menyalakan komputer adalah POST BIOS. Tapi  bagaimanakah jika setelah di-overclock komputer Anda justru tidak mau POST BIOS? Tidak perlu khawatir, simak artikel berikut ini.
Dalam dunia overclocking, pasti akan muncul banyak pertanyaan terutama menyangkut troubleshooting dan permasalahannya. Karena pada dasarnya overclocking adalah proses “Trial and Error”. Saat melakukan overcloking, pastilah Anda akan menemui banyak masalah dan kendala yang bisa berujung pada kerusakan, baik sistem maupun hardware yang digunakan. Anda tidak perlu panik maupun khawatir pada saat terjadi masalah. Karena CHIP telah menyiapkan sebuah artikel khusus seputar troubleshooting dan pemecahannya saat overclocking khususnys seputar BIOS dan antisipasi masalahnya.
Dasar Overclocking
Ide dasar dari sebuah overclocking adalah meningkatkan performa dari sebuah sistem lebih dari yang telah ditentukan oleh pembuatnya, dalam hal ini adalah produsen Hardware itu sendiri. Dari dahulu hingga sekarang, konsepnya selalu sama dan tidak pernah berubah. Yang berubah adalah cara yang digunakan dan berbagai feature yang sengaja ditambahkan oleh berbagai produsen untuk mempermudah overclocking itu sendiri.
Dunia overclocking sendiri selalu bergerak dinamis, sesuai dengan perkembangan komponen hardware itu sendiri. Pada zaman sekarang ini overclocking menjadi sebuah panduan dan penilaian kualitas sebuah produk komponen. Hal ini tidak mengherankan kerena overclocking dianggap sebagai sebuah tes yang akan meningkatkan citra sebuah produk di pasaran. Karena itulah, berbagai produsen berlomba-lomba memberikan berbagai feature yang mendukung overclocking agar pengguna dapat menggunakannya dan menilai sejauh mana kemampuan dan kualitas dari produk itu sendiri.
Namun, apakah yang terjadi apabila berbagai feature overclocking yang telah diberikan ini digunakan oleh orang yang tidak mengetahui atau baru mengetahui tentang overclocking itu sendiri? Berbagai masalah akan muncul. Selain itu, jika tidak dilakukan dengan benar, overclocking dapat menyebabkan kerusakan pada hardware itu sendiri. Meskipun telah dilengkapi dengan Manual Book pada paket penjualannya, dapat dipastikan hanya beberapa orang saja yang akan membaca buku panduan ini. Padahal berbagai permasalahan yang sering muncul biasanya telah dipaparkan dalam buku kecil ini. Jadi ada baiknya untuk membaca Manual Book terlebih dahulu sebelum menggunakannya. Meskipun Anda telah mengetahui penggunaannya, bisa saja ada sesuatu yang berbeda yang belum ada sebelumnya.
Troubleshooting-Overclocking
Kembali ke troubleshouting, coba Anda kembalikan lagi ide dasar overclocking itu sendiri dan darimana overclocking itu Anda lakukan. Cara paling mudah dan paling simple tentunya adalah melakukan perubahan pada BIOS agar hardware dapat berjalan diatas standar yang telah ditentukan. Apabila terjadi error saat overclocking maka hal pertama yang harus Anda lakukan mengembalikan BIOS ke kondisi normal agar hardware dapat berjalan dengan normal kembali. Dan mulai kembali melakukan settinggan pada BIOS hingga menemukan settinggan yang benar-benar cocok dengan kondisi hardware Anda.
Lalu apa hubungannya BIOS dengan overclocking? BIOS memiliki kemampuan untuk mengatur kinerja dan kestabilan pada sebuah sistem. Dari sinilah, kegiatan overclocking pertama kali muncul. Dengan merngubah settingan pada BIOS, sebuah hardware mampu berjalan lebih dari yang telah ditentukan. Selain itu,  kegiatan overclocking 80% dilakukan pada BIOS dan sisanya dilakukan melalui software pada windows.
BIOS inilah yang menjadi perhatian utama para produsen motherboard karena dari sinilah kinerja, performa, dan kestabilan  sebuah sistem komputer ditentukan. Ibarat manusia, BIOS inilah yang menjadi roh pada sebuah sistem komputer. Karena bila terjadi kerusakan pada chip BIOS, komputer tidak akan menyala sama sekali. Meskipun kipas dan komponen yang lainnya terlihat normal, tidak akan terlihat tanda-tanda kehidupan pada komputer kita karena CPU tidak berhasil menemukan script pada memory BIOS. Tidak banyak hal yang dapat dilakukan selain mengganti dengan chip BIOS (jika memungkinkan untuk diganti). Tidak mengherankan pada produsen motherboard memberikan solusi pencegahan terjadinya crash pada BIOS yaitu dengan memberikan dua chip bios pada motherboard yang dikenal dengan sebutan Dual- BIOS. Sehingga tidak perlu khawatir saat terjadi crash pada BIOS.
Troubleshooting-Overclocking
Ketidaksesuaian setting pada BIOS menyebabkan sistem tidak akan melakukan booting ataupun berjalan dengan tidak stabil. Jika BIOS tidak mau melakukan POST BIOS bukan berarti terjadi kerusakan pada chip BIOS-nya, melainkan settingannya saja yang tidak sesuai.  Solusinya cukup mudah dengan melakukan reset pada BIOS sehingga akan kembali ke settingan awal. Dengan demikian, komputer dapat kembali menyala dengan normal.
Lihat halaman selanjutnya untuk cara mereset BIOS.

http://chip.co.id/news/read/2012/03/20/1961424/Troubleshooting.Saat.Overclocking#

0 komentar:

Posting Komentar

.:Tutorial DHTML DLL:.

Tutorial tentang Dhtml scripts, Jquery plugins ,Javascript, CSS, CSS3, Html5 Library dll dan penerapannya pada Website, langsung aja kunjungi Website nya dan yang nggak kalah penting Free Yaa !!

.:distrowatch:.

Pengin Banyak tau tentang distro linux Langsung Aja Kunjungi DistroWatch Hmmm, banyak banget distronya, Download dan Pasang Linuxnya Lets Go Boss !!

.:jQuery Tutorial:.

Tutorial jQuery Widget ada disini semua Langsung Ke TKP Boss !!

.:Hirens Boot CD:.

Hiren's Boot CD cukup ampuh untuk membuat Clonning Atau Copy windows, dan banyak tool yang sangat berguna bagi para teknisi komputer maupun yang masih pemula silahkan Download filenya Disini kalo mau lihat tutorialnya membuat Flashdisc Bootable Disini Lumayan buat nambah ilmu dan Tool, Langsung aja Boss !!

Hiren’s BootCD

Bookmark and Share